Selasa, 28 Juni 2011

Membiasakan Diri Menulis

Menulis adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Sebelumnya, saya menganggap menulis itu sulit. Karena dalam benak saya, apabila kita ingin menulis, maka kita harus terlebih dahulu menentukan topik dan membuat kerangka tulisan yang rapi dan teratur. Hal tersebut penting, namun yang lebih penting adalah bagaimana membuat diri kita terbiasa menulis.

Cara yang paling mudah untuk membiasakan diri dalam menulis adalah “MULAI MENULIS SEKARANG JUGA”. Menulis apa? Apa topiknya? Tulislah apa saja yang ada dalam pikiran anda. Meskipun hasil pertamanya tidak sesuai dengan yang anda harapkan. Biarkan topik tulisan kita berserakan tidak tentu arah. Apabila kita kehabisan ide untuk satu topik tulisan, maka beri tanda “KOMA”, buat halaman baru dan beralihlah ke topik yang lain. Di lain waktu apabila ada ide untuk menambah atau menyempurnakan topik terkait, maka lanjutkan lagi tulisan tersebut. Tidak ada kepandaian yang datang dalam sekejap. Demikian pula halnya dengan kepandaian menulis.

Salah satu cara terbaik untuk membiasakan diri dalam menulis adalah menyediakan waktu setiap hari untuk kegiatan menulis. Terus lakukan dengan rutin dan lihat hasilnya dalam waktu satu bulan. Ada berapa topik yang berserakan di laptop anda? Ada berapa tulisan sederhana yang telah anda buat? Ada berapa tulisan yang siap untuk diposting ke blog pribadi anda? Anda akan tercengang sendiri melihat hasil yang anda capai.

Latihan: Luangkan waktu satu jam sehari untuk kegiatan menulis, tetapkan jam menulis anda dan jangan pernah memberikan toleransi kepada diri anda untuk tidak menulis meskipun hanya sehari. Lakukan selama tigapuluh hari.

Kita harus melatih diri kita untuk mulai menulis. Dengan demikian, seiring berjalannya waktu, kita akan mendapatkan kebiasaan menulis yang bagus. Setelah kebiasaan menulis kita dapatkan, barulah mulai memperbaiki kualitas tulisan kita. Mulai dari pemilihan kata yang sesuai, baku atau tidak baku, susunan kalimat yang sesuai, alur tulisan yang terarah, referensi tulisan dan seterusnya. Pada akhirnya, kita bisa dan memiliki kemampuan untuk menjadi penulis hebat, bahkan mendapatkan penghasilan dari hobi menulis. Asyik bukan, mendapatkan uang dari suatu kegiatan yang kita senangi.

Perhatian: Menjadi penulis yang hebat juga tidak akan terjadi dalam semalam. Diperlukan ketekunan dan kedisiplinan untuk itu. Ingatlah satu prinsip penting dalam belajar. Tidak ada orang yang bodoh dalam mempelajari sesuatu, yang ada hanyalah orang yang rajin dan pemalas. Tentunya prinsip ini juga berlaku dalam hal belajar menulis.

Tulisan sederhana inipun dimulai hanya dari keinginan untuk membiasakan diri untuk menulis. Tidak lebih dan tidak kurang.

Artikel pada: http://rumpunpena.blogspot.com

Rabu, 29 September 2010

Puisi Untuk Kekasihku

Sekuntum bunga itu telah mekar.
Menjelma menjadi gadis yang menawan.
Kemudian menjadi istri yang istimewa.
Lalu menjadi ibu yang sempurna.

Tak terasa, telah bertambah usia dan kedewasaanmu.
Namun begitu terasa, curahan kasih sayang yang kau berikan untukku.
Detik demi detik yang kulalui bersamamu,
Adalah waktu terindah dalam hidupku.

Sekuntum bunga itu,
Menjelma menjadi bidadari dalam hidupku.
Menghiasi taman hatiku.
Mengharumi setiap sudut jiwaku.
Dan dibalik kesyukuranku yang mendalam,
Atas kehadiranmu dalam hidupku.
Izinkan aku menguraikan sejuta terimakasih padamu,
Dalam untaian bait doaku,
Dalam setiap desak nafasku,
Dalam setiap detak jantungku.

Selamat ulangtahun kekasihku.
Terimakasih atas segala yang telah engkau persembahkan untukku, istriku.

Kamis, 09 September 2010

Hari Raya 'Iedul Fitri 1431 Hijriyah

Lebaran kali ini aku kebagian jadwal di rig. Jadi terpaksa tidak bisa berkumpul dengan keluarga. Untungnya aku naik ke rig tanggal 31 Agustus kemarin, jadi tanggal 14 September nanti jadwalku off-duty.
Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar, termasuk pelaksanaan sholat 'Ied pagi nanti.
Mumpung belum terlambat untuk mengucapkan, "Taqobbalallahu minna wa minkum." Selamat Hari Raya 'Iedul Fitri 1431 Hijriyyah. Mohon maaf lahir dan bathin atas segala salah dan khilaf.

Minggu, 20 Juni 2010

Setelah Sekian Lama ….

Setelah sekian lama tidak nge-blog (terakhir posting bulan Februari 2009), akhirnya ada juga kesempatan. Mulailah aku membuka account-ku di wordpress. Login, trus Add New Post…, setelah itu………blank lagi… hehe.

Akhirnya jadilah tulisan ini, maaf apabila membosankan, ngawur, atau malah basa-basi tidak berguna.

Kali ini aku hanya akan menceritakan perjalanan singkatku ketika pulang dari Rig menuju home sweet home.

Selasa pagi, 8 Juni, yang lalu aku dapat jadwal rutin one week off-duty. Setengah tujuh pagi berangkat dari rig dengan seatruck/speedboat menuju Handil. Dua jam perjalanan menusuri sungai-sungai di muara Delta Mahakam.

Sesampainya di Handil, aku memilih naik angkot umum dari Handil menuju Samarinda, lewat jalur Handil – Dondang – Sanga-sanga-Samarinda.

Sepanjang perjalanan antara Handil – Sanga-sanga dan juga Sanga-sanga – Samarinda, di kanan kiri lahan sudah bolong-bolong akibat aktivitas tambang batubara. Sebagai orang yang juga pernah bekerja di tambang batubara, aku tahu apabila aktivitas tambang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan, hasilnya hanya akan merusak ekosistem yang ada. Aktivitas tambang itu sendiri sudah merubah bentang alam secara drastis. Apalagi kalau reklamasinya tidak dilakukan dengan benar. Yang tersisa hanya lingkungan yang semakin rusak.

Pada beberapa bagian jalan juga ada yang sudah longsor dan rusak parah. meskipun secara umum masih cukup memadai. Namun deg-degan juga saat melewati badan jalan yang setengahnya sudah ambruk.

Sebenarnya jalur Handil – Samarinda ini potensial untuk dikembangkan sebagai jalur alternatif. Namun kendalanya adalah kondisi litologi yang mudah longsor. Jadi jangan heran kalau ada banyak titik rawan longsor di sepanjang jalan. Aktivitas tambang batubara juga sangat dekat dengan jalan umum ini.

Aku hanya terhenyak dan merenung, apa yang masih tersisa untuk anak cucu kita di masa depan.

Mohon maaf kalau tidak disertai dengan gambar, foto atau penjelasan teknis lainnya. Lain kali akan ditambahkan.

Akhirnya, sebelum tengah hari, aku sudah sampai di rumah dan bertemu dengan anak dan istriku yang menanti dengan senyuman.

Home sweet home…

Sabtu, 14 Februari 2009

Lagi Traning di Cikarang

Saat ini saya lagi di Cikarang, Jawa Barat. Ikutan Training Basic Mud Logging yang diselenggarakan Company saya yang baru, di ITC. Jadinya ya belum bisa posting tulisan serius ke blog. Kalau ada yang belum tau apa itu Mud Logging, ntar deh saya jelaskan kalau ada waktu luang nge-blog lagi. Ini aja pinjem komputer di lobbi (sayangnya saya lupa bawa laptop).

Soalnya jadwal trainingnya cukup padat plus additional test juga. Tapi lumayan-lah karena tinggalnya di villa sekalian menikmati suasana alam …hehe (ini yang bikin istri saya ngomel terus, ditinggal sih!)

Tiap hari pasti nelponnya tanya soal “makannya apa?” Maklum, makanan di restoran villa, banyak yang harus kita waspadai. Berlemak, kolesterol tinggi, berminyak dan sejenisnya. Seneng juga kan kalau ada yang perhatiin ..hehe.

Makanya yang masih single, cepetan pada double! Emangnya maen badminton!

Jadi makannya harus pilih-pilih dan diimbangi dengan olahraga dan konsumsi buah-buahan. Kalau nggak, istri bisa ceramah setengah jam tanpa henti (50% karena soal kesehatan, 50% lagi karena gak bisa bareng makan enak …haha!, Maklum di rumah pada jago makan, dan jadinya sentimen tinggi kalo soal makanan …hehe)

Rabu, 04 Februari 2009

Lagi Sibuk!

Beberapa pekan terakhir ini saya cukup sibuk. Jadi belum sempat buat tulisan serius untuk nge-blog lagi. Awal Januari ada pembenahan struktural di perusahaan saya. Saya kebagian posisi Mineplan, perencana tambang, jadi tiap hari sibuk bikin SOP (Standard Operating Procedure) dan SoW (Scoupe of Work) untuk semua pekerjaan tambang.

Pertengahan Januari saya dihubungi salah satu service company di bidang Migas. Katanya akan ada test untuk posisi Mud Logger dan kebetulan saya dipanggil untuk ikut test berdasarkan application yang saya kirim lewat internet. Sebenarnya saya hampir lupa dengan application tersebut (saya kirim sekitar awal Desember 2008). Waktu itu juga cuma iseng-iseng buka id.jobstreet.com dan ada beberapa lowongan yang saya apply kemudian saya lupakan.

Saya kemudian ikut test tertulis dan interview dalam dua hari. Dua pekan kemudian saya dihubungi dan diberitahukan bahwa saya lulus test dan diminta untuk medical check-up ke Balikpapan. Wow…tantangan baru neh, di bidang kerja yang berbeda dengan yang saya jalani sekarang.

Selasa, 03 Februari 2009

Mestinya Demonstrasi Yang Difatwakan Haram

Berita terbaru yang saya lihat di televisi tadi pagi sungguh tragis. Seorang ketua DPRD di Sumatera Utara meninggal saat terjadi demonstrasi pembentukan Porvinsi Tapanuli. Beritanya dapat dilihat di liputan6.com dan kompas.com
Mestinya Demonstrasi yang difatwakan Haram, bukan Golput, karena dampak yang diakibatkan oleh demonstrasi ini sangat berbahaya. Pengrusakan fasilitas umum, pemukulan, penganiayaan, pelecehan hingga kematian. Okelah sebagian orang ada yang berpendapat tidak semua demonstrasi buruk, ada yang berlangsung damai dan tidak menggangu lalu-lintas dan kepentingan umum. Namun, demonstrasi tetaplah pintu terjadinya fitnah. Meskipun awalnya sebagian berdemo dengan berhati-hati, namun sangat mungkin pada saat yang akan datang juga menjadikan demonstrasi untuk berbuat rusuh dan anarkis.

Jumat, 30 Januari 2009

Membanggakan Nasab

Saya merasa geli kalau ada orang yang membangga-banggakan nasabnya. "Kakek moyang saya keturunan kerajaan lho!", "Keluarga kami keluarga habib!" dan berbagai ucapan lainnya. Atau dalam bentuk tindakan seperti meremehkan orang lain yang dianggapnya berasal dari kelas lebih rendah. 
Lucu, karena hal yang dibanggakan bukan berasal dari dirinya sendiri. Bukan dari hasil perbuatannya. Bukankah kita tidak bisa memilih terlahir dalam keluarga apa, anak siapa, keturunan siapa. Kalau toh moyang kita terkenal dengan kebaikannya atau dengan status sosialnya, mereka telah berlalu dengan membawa amalnya masing-masing. 
Tinggal kita saja lagi yang ingin pulang membawa apa. Ingin membawa amal sendiri atau pulang kepada Allah tanpa amal yang bisa dibanggakan. Saya jadi teringat pepatah Arab, "Barangsiapa yang lambat amalnya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya".

Poster dan Spanduk Para Caleg

Dua bulan terakhir ini, dan mungkin sekitar dua bulan ke depan, kita akan banyak menemukan di mana-mana terdapat poster, spanduk, billboard para caleg yang akan bertarung di Pemilu tanggal 9 April 2009 mendatang. Mereka tentunya memperkenalkan diri sekaligus menampilkan kelebihan-kelebihannya agar mendapat dukungan dari kita-kita ini sebagai voter.
Entah kelebihan dalam hal apa, meskipun cuma dalam hal tampang doank!, yang penting menarik peminat sebanyak-banyaknya. Sebagian saya melihat masih berusia sangat muda. Mungkin baru lulus kuliah (atau SMU?), bagaimana nantinya suasana di DPRx ya kalau mereka terpilih.
Saya sendiri tidak tertarik dengan Pemilu. Bukan berarti saya warga negara yang tidak baik. Toh saya punya NPWP, bayar pajak tiap bulan, punya SIM A dan SIM C. Hanya saja, saya masih lebih memilih golput.

Rabu, 28 Januari 2009

Berkah Di Balik Hujan

Hujan lagi! Hampir setiap hari hujan di kota ini. Tapi wajar karena sekarang memang puncaknya musim hujan. Banyak yang mengeluh karena merasa terganggu urusannya. Tidak bisa jalan-jalan, tidak bisa keluar rumah dan beraktivitas di luar.
Namun sebagaimana sebuah cerita, selalu dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Bukankah hujan membawa berkah bagi kebun, tanaman, hutan, hewan-hewan yang ada di dalamnya. Membuat tumbuhan dan pepohonan subur tanpa kekurangan air.
Selama hujan itu tidak membawa bencana, maka patut kita syukuri. Tiap rintiknya memberi kehidupan bagi kita dan lingkungan sekitar. Seandainya diwajibkan bagi kita untuk bersyukur atas setiap tetesnya, tentu tidak akan pernah cukup lisan kita untuk bersyukur.

Perselisihan Dengan Istri

Kadang-kadang perselisihan dengan istri tidak selamanya membawa dampak buruk. Perselisihan itu wajar. Yang tidak wajar apabila perselisihan yang terjadi malah membuat masalah semakin besar. Biasanya ego manusia yang membuat masalah menjadi besar.
Yang lebih penting adalah bagaimana me-manage perselisihan agar menjadi sarana untuk semakin memahami satu sama lain. Apabila sudah saling memahami, maka setiap harinya akan semakin mesra, semakin sayang, semakin .....
Kalau begitu saya pengen tiap hari berselisih dengan istri...hehe. Istriku tersenyum dan membalas dengan timpukan bantal guling. Pagi yang indah bukan!

Sahabat Sejati

Sahabat adalah orang yang dengannya kita dapat bercermin diri. Melihat kekurangan dan kesalahan diri kita. Sahabat bukanlah orang yang selalu berbicara tentang betapa baiknya diri kita. Namun ia dapat menunjukkan kesalahan dan kekeliruan kita dengan cara yang santun. Itulah sahabat sejati.

Rabu, 24 Desember 2008

Akhirnya Pindah ISP Juga

Setelah sekitar tiga pekan sambungan internet SPEEDY di kantor tidak berfungsi. Akhirnya pindah juga ke INDOSAT. Bayangkan saja, sejak dari tanggal 12 Desember 2008 sampai sekarang, internet tidak dapat ‘nyambungtrus ketika pihak Telkom dihubungi, tanggapannya “Bapak tunggu aja, paling lambat tanggal 31 Desember kami perbaiki”. Wuiiih…akhir tahun? gimana gak kesel.

Akhirnya temen saya di kantor ngusulin untuk pindah aja ke ISP yang lain. Bagi kami, pelayanan ke pelanggan adalah yang utama, apalagi internet di kantor digunakan untuk kirim data dan laporan ke Jakarta. Kalau macet sampai akhir tahun kan jadi runyam masalahnya.

Sekarang di kantor pakai INDOSAT, mudah-mudahan lebih stabil dan pelayanannya lebih bagus. Jadi udah bisa nge-blog lagi he..he.., Saya menulis ini bukannya menjatuhkan salah satu ISP loh. Tapi cuma sebagai sharing pengalaman. Mungkin di tempat lain SPEEDY lebih bagus. Siapa tau ?

Rabu, 10 Desember 2008

Yang Kudapatkan Setelah ‘Blogwalking’

Terkadang setiap orang perlu pemicu dari luar dirinya untuk menumbuhkan kembali motivasinya. Entah motivasi untuk hidup lebih baik, untuk mendapatkan penghasilan lebih besar, meningkatkan ilmu dan wawasan, dan apapun jenis motivasi yang dia inginkan.

Aku sendiri mendapatkan beberapa hal yang menggugah motivasi setelah ‘blogwalking’ secara acak dibantu ‘mbah gugel.’

Motivasi untuk menghafal al-Quran yang dimisalkan seperti Musafir dalam Perjalanan oleh ikhwah dari Forum Komunikasi Islam ITB.

Motivasi untuk beribadah dan sedekah setelah membaca postingannya Pak Abduh tentang Cerita Ustadz Yusuf Mansyur dan Seorang Satpam.

Motivasi dalam pekerjaan yang diceritakan oleh Pakdhe Rovicky tentang Menjadi Pekerja ‘Excellent.’

Semoga pemicu motivasi di atas juga memicu dan menular kepada anda sekalian, para pembaca.

Salam dari seorang ‘blogwalker’

Hati-hati Kalau Ditilang

Di bawah ini cerita dari Pak Abduh di blognya.

**************************************************************

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.

Polisi (P) : “Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?”

Sopir ( Sop ) : “Baik Pak”

P : “Mas tau..kesalahannya apa”

Sop : “Gak pak”

P : “Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya” (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar)

Sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang? lalu menulis dengan sigap.

Sop : “Pak jangan ditilang deh! wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana, kalo ada pasti saya pasang.”

P : “Sudah! saya tilang saja! kamu tau gak banyak mobil curian sekarang.” (dengan nada keras !!)

Sop : (Dengan nada keras juga) “Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK-nya pak , ini kan bukan mobil curian!”

P : “Kamu itu kalo dibilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya” (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)

Sop : “Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya. Saya mau yg warna BIRU aja.”

P : “Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 hari ini form biru itu gak berlaku!”

Sop : “Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?”

P : “Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU. Dulu kamu bisa minta form BIRU, tapi sekarang ini kamu gak bisa. Kalo kamu gak mau kamu ngomong sama komandan saya” (dengan nada keras dan ngotot)

Sop : “Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian” (dengan nada nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya “berani betul sopir taksi ini”

P : (Dengan muka bingung) ”Kamu ini melawan petugas!?”

Sop : “Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU. Bapak kan yang gak mau ngasih.”

P : “Kamu jangan macam-macam yah! saya bisa kenakan pasal melawan petugas!”

Sop : “Saya gak melawan! Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh, kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku.” (sambil ngambil HP)

Wah.. wah hebat betul nih sopir. berani, cerdas dan trendy (terbukti dia mengeluarkan hp-nya yang ada berkamera)

P : “Hey! Kamu bukan wartawan-kan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin.” (sambil berlalu)

Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan ‘shoot pertama’ (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi)

P 2 : “Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu.”

Sop : “Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih.” (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)

Lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi.

P 2 : “Mas mana surat tilang yang merah nya?” (sambil meminta)

Sop: “Gak sama saya pak?. Masih sama temen bapak tuh” (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)

P : “Sini tak kasih surat yang biru.” (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp..30.600 sambil berkata “nih kamu bayar sekarang ke BRI, lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu?…”

Sop : (Yes!!) “Ok pak ..gitu dong kalo gini dari tadi kan enak.”

Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, “Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya … mau transfer uang tilang.” Saya berkata “ya silakan.”

Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, “Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.. Untung saya paham macam2 surat tilang.”

Tambahnya, “Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang. Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!”

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut :

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan. Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.

Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang… Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, di sinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN).

Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk ditukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat di mana kita ditilang.

You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.

Sabtu, 06 Desember 2008

Pemilu dan Demokrasi dari Sudut Pandang Seorang Golput

Banyak alasan seseorang memilih golput dalam pemilu, pilkada ataupun pilpres. Pertama, sebagian memilih golput karena sudah jenuh dan tidak percaya lagi dengan sistem yang ada. Apapun hasilnya, keadaan tidak banyak berubah. Pengalaman dari pemilu yang lalu-lalu yang menang dan berkuasa ya orangnya itu-itu juga. Korupsi, kolusi dan nepotisme tetap menjadi budaya laten yang mengurat-akar. Sedangkan rakyat kecil semakin terhimpit oleh beban kebutuhan ekonomi yang tiap hari semakin berat. Mungkin sebagian ada yang sampai berfaham nihilisme.

Kedua, memilih golput karena pemilu dan demokrasi adalah produk import dari dunia barat, meniadakan hak-hak Tuhan untuk ditaati, karena pada pemilu dan demokrasi, suara terbanyaklah yang menang, benar dan berkuasa. Kalau mayoritas menghendaki untuk menghalalkan judi dan miras ya menjadi halal-lah hal itu. Demokrasi dianggap melucuti hak Tuhan untuk mengatur kehidupan makhluk-Nya di muka bumi. Sebagian dari kelompok ini mungkin menjadi begitu ekstrim sehingga menganggap pemerintahan yang dihasilkan oleh sistem pemilu dan demokrasi adalah pemerintahan kafir, wajib diperangi, antek barat dan harus diberontak. Ini hanya sebagian, karena tidak semua yang golput dengan alasan ideologis di atas menjadi ekstrim. Coba lihat di sini

Ketiga, memilih golput karena memang tidak ada pilihan lain selain golput. Untuk yang ini lebih tepatnya ‘terpaksa golput’, mungkin karena lagi berada di luar negeri, sedang kerja eksplorasi di tengah hutan (kayak saya..hehe), sedang menangani rig di lepas pantai, atau memang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di KPPS setempat.

Saya tidak ingin berkomentar mana yang benar dan yang salah. Toh setiap orang punya pilihannya masing-masing. Golput juga memilih, ‘memilih untuk tidak memilih’. Hanya sedikit memprediksi, jumlah pemilih yang golput bakalan meningkat tahun depan.

Ada alasan lain lagi? Silahkan tambahkan.

Rabu, 03 Desember 2008

Istriku Lulus Tes Dosen Universitas Mulawarman

Niatan cuma ikut rame-rame, persiapan yang seadanya, ngisi jawaban sekenanya, sampai pesimis bisa lulus karena pesaingnya ‘kelas kakap’. Eh, malah lulus jadi dosen Jurusan Ilkom, FMIPA Unmul. Bukannya melebih-lebihkan, tapi ya githu lah kenyataannya.

Sejak awal niatan istriku buat ikut tes dosen cuma sekedar ikut saja, disamping juga karena ‘terpaksa’ disuruh ortu, lagian mana pernah punya perasaan optimis bisa jadi dosen. Bahkan sempat-sempatnya nantangin teman-temannya, “Kalau aku lulus jadi dosen, kutraktir pizza deh.” Tapi ternyata tes tertulis tahap 1 lulus. Dari puluhan peserta, lulus 6 orang untuk ikut tes wawancara dan kemampuan tahap 2. “Hayoo…mana janji pizza-nya.”

Surprise juga bisa lulus tes tulis. Mulai dari itu istriku mulai serius mempersiapkan diri. Kadang belajar sampai malam, trus browsing di internet buat cari bahan presentasi siap-pakai. Hari H dilewati kayak orang yang nahan buang hajat aja…hehe,

Pengumuman tanggal 29 November 2008, tapi tahun ini istriku berangkat menunaikan ibadah haji, jadinya aku yang sibuk ngurusin kelengkapan berkasnya setelah pengumuman. Capee deh…

********

Oya, kenapa gak bareng-bareng istri berangkat berhajinya? Isriku udah daftar duluan (tahun 2004) sebelum nikah (2007), jadinya gak bisa bareng.

Orang Indonesia High-Class, Tapi…

Berikut ini tulisan Pak Gunawan, yang dia juga mengutip tulisan dari sahabatnya, tentang kecelakaan penerbangan akibat lifestyle orang Indonesia yang masih kurang disiplin. Saya kutip dari Blog Liputan 6 SCTV. Semoga bermanfaat.

******************

Oleh: Gunawan

Tulisan di bawah adalah surat sahabat saya, yang meminta suratnya untuk disebarluaskan, karena menurutnya sangat perlu untuk diketahui oleh semua orang, harapannya jangan sampai terjadi lagi hal yang mengerikan di dunia penerbangan. Silakan Anda simak.

Teman-teman yang budiman,

Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara Adisucipto. Saya tidak tahu apa penyebabnya. Tapi kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan.

Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang, padahal saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.

Ketika ditanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian dia bercerita bahwa dia adalah Manager salah satu perusahaan industri, dia adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan tugasnya tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang menggunakan ponsel di dalam ruangan mesin turbin.

Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi ponsel dengan mesin turbin ini kebetulan sama dan sinergi, akan berakibat mengganggu jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.

Rakyat kita ini memang high classhandphone nya mahal, transportasi pakai pesawat. Tapi bodohnya gak ketulungan. Ada yang gak tahu kenapa larangan itu dibuat, ada yang tahu tapi tetap gak peduli. Orang Indonesia harus selalu belajar dengan cara yang keras.

Buat yang belum tahu, kenapa tidak boleh menyalakan Handphone di pesawat, berikut penjelasannya:
Informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa ponsel mempunyai kontribusi yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua,
terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang.

Contoh kasusnya antara lain; 10 January 2000. Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja take-off dari bandara Zurich , Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupadimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang “final approach” untuk “landing” di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

Di Indonesia? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan. Para “pelanggar hukum” itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, di samping merupakan gangguan terhadap kenyamanan orang lain. Padahal awak kabin selalu mengingatkan penumpang sebelum take off dan ketika akan mendarat, ponsel harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat.

Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat:

Arah terbang melenceng, Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu , Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, Gangguan sistem navigasi, Gangguan frekuensi komunikasi, Gangguan indikator bahan bakar, Gangguan sistem kemudi otomatis, Semua gangguan diatas diakibatkan oleh ponsel, sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas diakibatkan oleh CD & game. Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy. Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS.

Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel.

Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik.

Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya.

Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang. Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar.

Wassalam,

Hetty Yulianti

Sangat beralasan kekhawatiran sahabat saya, karena sayapun kerap mengalami dan melihat di dalam pesawat ada penumpang tidak peduli dengan bahaya yang akan terjadi, akibat ulahnya. Mungkin ada baiknya para produser ponsel ketika mengiklankan produknya, memberikan peringatan bahaya pemakaian ponsel di dalam pesawat, seperti yang telah dilakukan iklan rokok.

Harapannya sih bisa mengurangi pelanggaran yang ada, jika tidak pun kita sebagai manusia cukup mengelus dada sendiri, buang napas, dan memaklumi bahwa perilaku seperti ini memang sudah laten dan mendarah daging.

Salam SCTV

Senin, 01 Desember 2008

Wukuf di Arafah 7 Desember 2008

Mekkah, (ANTARA News) – Pemerintah Arab Saudi menetapkan 1 Dzulhijjah 1429 Hijriyah jatuh pada 29 November 2008, sehingga waktu wukuf di Arafah akan berlangsung pada 7 Desember 2008 (9 Dzulhijjah 1429 H).

“Naskah resminya belum kami terima, tapi lembaga Qodoul A`la (Mahkamah Agung) kepada kami menyatakan akhir Dzulqo’idah telah ditetapkan pada Jumat (28/11) dan Sabtu (29/11) adalah awal Dzulhijjah,” kata Kepala Teknis Urusan Haji (TUH), Nurshamad Kamba, di Mekkah, Sabtu.

Dengan penetapkan 1 Dzulhijjah 1429 H pada 29 November 2008, maka wukuf di Arafah yang merupakan puncak haji akan berlangsung pada 7 Desember 2008 (9 Dzulhijjah 1429 H) dan hal itu berarti hari raya ‘Idul Adha jatuh pada 8 Desember 2008 (10 Dzulhijjah 1429).

“Biasanya tidak ada perubahan antara keputusan Qodoul A`la dengan pengumuman pemerintah,” katanya.
Mengenai prosesi di Armina (Arafah, Muzdalifah, Mina), ia mengatakan petugas siap melayani jemaah haji Indonesia untuk wukuf atau prosesi Armina.

“Soal jemaah masuk Arafah itu, insya-Allah 100 persen lancar, karena hal itu memang tanggungjawab pemerintah sini (Arab Saudi). Transportasinya dikelola langsung oleh muassasah dan naqobah, kita hanya membantu,” katanya.

“Biasanya, jam 02.00 WAS pada tanggal 9 Dzulhijjah dini hari, jemaah kita sudah ada yang sampai di Arafah. Insya-Allah semuanya siap. Tinggal masalah katering, semoga tidak seperti tahun lalu, karena ada perbaikan-perbaikan,” katanya. (*)

Sumber dari Antara.co.id

Jumat, 28 November 2008

Baru satu, setelah banjir

Baru satu ini tulisanku, cuma sekedarnya saja menulis. Pernah bikin blog (di wordpress juga, bisa lihat disini) tapi tujuannya hanya untuk re-publish artikel yang ada di situs lain yang dinilai sesuai dengan momentum saat itu. Sampai sekarang blog-nya masih aktif

Aku sekarang tinggal di Samarinda, sebuah kota yang dibelah Sungai Mahakam. Yang akhir-akhir ini sering banjir juga. Seingatku waktu masih kecil (tahun 80-an) jarang terjadi banjir meskipun curah hujan tinggi.

Dua hari yang lalu hujan lebat. Ruas jalan di depan rumah banjir sekitar 20 cm. Untung tidak masuk ke dalam rumah. Cuma air hujan merembes masuk lewat sela-sela lantai keramik di dapur. Waah..kalo gini kerja lembur lagi…